Home berita Matauli dan PASCH Jerman Tandatangani MoU

Matauli dan PASCH Jerman Tandatangani MoU

1,235
0
SHARE
Matauli dan PASCH Jerman Tandatangani MoU

Keterangan Gambar : Murdianto, Kepsek SMA Negeri 1 Matauli Pandan dan Sonja Stoll, Kepala Bagian Bahasa Sekolah Mitra Menuju Masa Depan (Goethe-institut) bahasa Jerman untuk wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, saat menandatangani MoU

Mataulinews.com,– SMA Negeri 1 Matauli Pandan diwakili Kepala Sekolah Murdianto dan Sekolah Mitra Menuju Masa Depan (Goethe-institut) bahasa Jerman diwakili Sonja Stoll selaku Kepala Bagian Bahasa untuk wilayah Asia Tenggara, Australia dan Selandia Baru, menjalin kerjasama strategis.

Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) di hotel Aryaduta, Jakarta, Sabtu (1/12) pekan lalu.

“Tujuan penandatanganan MoU ini, untuk membangkitkan minat anak muda akan bahasa Jerman, serta Negeri jerman masakini dan masyarakatnya, termasuk membantu memajukan pengajaran bahasa Jerman di sekolah sekolah, perjumpaan antar budaya dan perkembangan sebuah komunitas pelajar internasional dari sekolah,” ungkap Murdianto.

Ia menjelaskan, ada beberapa kesepakatan antara sekolah mitra dengan Goethe-institut yang dituangkan dalam MoU yang sudah ditandatangani bersama. MoU ini diharapkan mampu membangun inisiatif untuk membangun hubungan berkelanjutan jangka panjang terhadap negara Jerman.

Dalam MoU, kata Murdianto, disepakati bahwa Goethe-institut menyediakan pada sekolah mitra jasa-jasa yakni, konsultasi penyelenggaraan pimpinan sekolah dalam meningkatkan bahasa jerman sebagai satu mata pelajaran, konsultasi dan bantuan dalam penyusunan kurikulum untuk pengajaran bahasa Jerman.

"Seperti konsultasi menjawab pertanyaan masalah-masalah metode mengajar, membantu persiapan materi belajar mengajar aktual untuk para tenaga pengajar dan pelajar bahasa jerman,” katanya.

Murdianto menyebutkan, dalam kesepakatan itu, Goethe-institut menyediakan beasiswa bagi tenaga pengajar dan pelajar bahasa Jerman yang berprestasi, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan, kursus bahasa atau acara yang diselenggarakan baik di Indonesia, di Jerman maupun jaringan atau online.

Termasuk, memberi kesempatan untuk mengikuti ujian berstandar international dari Goethe-institut, berikut ujian-ujian untuk peserta remaja, dengan penawaran potongan harga kepada pelajar bahasa Jerman dari sekolah mitra. 

Tak hanya itu, lanjut dia, kerjasama itu juga menyediakan jaringan dan pertukaran Global bagi sekolah pengajar dan pelajar dengan sekolah lain, membangun komunikasi dengan sekolah-sekolah mitra lain.

“Sekolah mitra berkewajiban untuk menawarkan, mendukung dan meningkatkan bahasa Jerman sebagai mata pelajaran, mengusahakan pencapaian struktur pengajaran bahasa Jerman, aktif memperkenalkan pengajaran bahasa Jerman kepada pelajar dan orangtua, membangun kurikulum dan pengajaran bahasa Jerman sehingga siswa-siswi mampu mengikuti ujian-ujian bahasa Jerman,” paparnya.

Selain itu, Murdianto mengaku, kedua belah pihak juga sepakat untuk mendukung pelaksanaan ujian-ujian kebahasaan untuk remaja Goethe-institut, mendayagunakan fasilitas pendidikan dan pelatihan dari Goethe-institut, menjadi pertukaran pelajar international, mendukung proyek-proyek ekstrakurikuler yang berkenaan dengan bahasa Jerman di sekolah dan membantu membentuk kelompok bahasa Jerman.

“Menyediakan tempat yang memadai dan mudah dijangkau yang mengguakan material fasilitas yang disediakan Goethe-institut, menjaga dan merawat alat bantu tehnik dan materi-materi pengajaran yang disediakan Goethe-institut, memberitahukan pihak Goethe-institut bila ada perubahan dan pergantian personalia, kami juga harus menjamin izin masuk pihak Goethe-institut ke sekolah mitra, bekerjasama secara intensif dan kooperatif dengan Goethe-institut dalam kerja prakarsa,” urai Murdianto.

Diketahui, Geothe Institut berada di bawah Kementrian Luar Negeri Republik Federal Jerman. Sekolah yang mengusung taqline mitra menuju masa depan.

Sekolah ini menawarkan program global dalam pembinaan dan pengembangan bahasa Jerman bagi sekolah berprestasi.

Di seluruh dunia terdapat sebanyak 600 sekolah yang digandeng. Sebanyak 29 sekolah berasal dari Indonesia, dimana SMA Negeri 1 Matauli satu diantaranya dan menjadi satu-satunya sekolah yang mewakili provinsi Sumatera Utara.

Program ini bekerjasama dengan Zfa, DAAD, PAD dan Goethe Institut. Program ini diyakini relevan dengan tantangan yang semakin berat bagi generasi emas Indonesia, khususnya menghadapi revolusi Industri 4.0.

Penulis             : Yohana
Redaktur          : Astri